No data was found

Klinik Armina Diharapkan Jadi Solusi Layanan Tumbuh Kembang Anak di Garut

GARUT – Kehadiran Klinik Armina di Kabupaten Garut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya dalam menangani persoalan kesehatan ibu dan anak serta tumbuh kembang anak.

Pembina Klinik Armina, dr. H. Helmi Budiman, yang juga merupakan mantan Wakil Bupati Garut dua periode, mengatakan klinik tersebut menghadirkan layanan dokter spesialis anak dengan perhatian khusus terhadap persoalan tumbuh kembang.
Menurut Helmi, selama ini masyarakat Kabupaten Garut yang membutuhkan penanganan lebih khusus terkait tumbuh kembang anak masih cukup banyak yang harus dirujuk ke Bandung. Karena itu, keberadaan layanan spesialis anak di Garut diharapkan dapat mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat.
“Terutama spesialis anak yang lebih khusus ke arah bagaimana menangani tumbuh kembang. Selama ini penanganan tumbuh kembang di Kabupaten Garut lebih banyak dirujuk ke Bandung,” ujar dr. Helmi.
Ia berharap Klinik Armina dapat menjadi pilihan bagi masyarakat Garut yang memiliki anak dengan persoalan tumbuh kembang, sehingga tidak selalu harus mendapatkan pelayanan ke luar daerah.
Helmi juga menjelaskan, saat ini Klinik Armina masih dalam proses untuk dapat melayani pasien peserta BPJS. Pengurusan dan pemenuhan persyaratan untuk mendapatkan kerja sama dengan BPJS masih dilakukan.
“Untuk BPJS ini masih dalam proses mendapatkan izin. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi alternatif berobat bagi masyarakat Garut,” katanya.
Selain pelayanan tumbuh kembang anak, keberadaan fasilitas kesehatan yang berfokus pada ibu dan anak dinilai penting karena Kabupaten Garut masih membutuhkan lebih banyak pilihan layanan kesehatan khusus tersebut.
Helmi menilai pengembangan klinik ibu dan anak dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam menekan angka kematian ibu dan anak.
“Rumah sakit ibu dan anak kita belum ada. Alternatifnya adalah membuat klinik ibu dan anak lebih banyak. Mudah-mudahan ini menjadi solusi,” ungkapnya.
Dengan hadirnya layanan spesialis anak dan penguatan pelayanan ibu dan anak, Klinik Armina diharapkan mampu memberikan akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat, sekaligus membantu masyarakat memperoleh penanganan yang tepat tanpa harus selalu dirujuk ke luar Kabupaten Garut.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, keberadaan Klinik Armina menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Dengan adanya Klinik Armina ini, Pemerintah Kabupaten Garut merasa sangat terbantu sekali, terutama dalam kesehatan ibu dan anak,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Menurutnya, penambahan fasilitas dan kapasitas pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan karena daya tampung rumah sakit di Garut masih terbatas. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Garut terus mendorong adanya dukungan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun perguruan tinggi untuk menambah fasilitas rumah sakit di daerah.
Kehadiran klinik tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam memperoleh pelayanan kesehatan, sekaligus mengurangi beban fasilitas kesehatan yang sudah memiliki tingkat keterisian tinggi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, mengatakan pelayanan di Klinik Armina diharapkan mampu mempercepat penanganan kasus kesehatan ibu dan bayi, terutama di wilayah Kecamatan Samarang dan sekitarnya.
Ia mengungkapkan, di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya masih terdapat persoalan terkait angka kematian bayi. Karena itu, keberadaan fasilitas kesehatan tambahan dinilai penting untuk mempercepat akses masyarakat terhadap pelayanan medis.
“Faktor penyebabnya memang banyak. Pada ibu antara lain hipertensi dan perdarahan. Sedangkan pada bayi, yang banyak ditemukan adalah BBLR atau berat badan lahir rendah dan prematur,” kata Leli.
Menurut Leli, bayi dengan kondisi BBLR dan prematur berisiko mengalami gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan cepat, termasuk gangguan pernapasan dan masalah pada sistem pembuluh darah.
Ia menyebut angka kematian ibu di Kabupaten Garut saat ini berada di angka sekitar 20 kasus dan telah mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah daerah berharap tren penurunan tersebut juga terjadi pada angka kematian bayi.
“Sekarang untuk kematian ibu sekitar 20, sudah lebih turun daripada tahun kemarin. Mudah-mudahan kematian bayi juga ikut menurun,” ujarnya.
Dengan bertambahnya fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah berharap penanganan terhadap ibu hamil, ibu melahirkan, bayi baru lahir, serta kasus-kasus yang membutuhkan penanganan segera dapat dilakukan lebih cepat dan optimal.
Klinik Armina pun diharapkan tidak hanya menambah kapasitas pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Garut.***

Artikel Lainnya

Junior Aquatic Sport Garut Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Kembali Dr. Agus Ismail sebagai Ketua Akuatik Indonesia Kabupaten Garut

GARUT – Keluarga besar Junior Aquatic Sport (JAS) Garut menyampaikan

Jawa Barat Raih 16 Medali di O2SN Nasional 2026, Garut Sumbang Prestasi

JAKARTA — Kontingen Jawa Barat mencatatkan hasil membanggakan pada Olimpiade

Atlet Pencak Silat Garut Raih Medali Perunggu O2SN Nasional 2026

GARUT – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet pelajar asal Kabupaten

Klinik Armina Diharapkan Jadi Solusi Layanan Tumbuh Kembang Anak di Garut

GARUT – Kehadiran Klinik Armina di Kabupaten Garut diharapkan dapat

Panpel Ungkap Kronologi Kericuhan Laga Tasik Raya vs Banjar Patroman di Piala Soeratin U-15

GARUT – Pertandingan babak penentuan Piala Soeratin U-15 2026 Zona

Festival Olahraga Antar-SKPD Garut Perkuat Kebugaran dan Silaturahmi ASN

GARUT — Pemerintah Kabupaten Garut menggelar Festival Olahraga Antar-Satuan Kerja

No data was found