GARUT – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Garut terkait pengusulan tokoh ulama Syekh Badruzzaman sebagai Pahlawan Nasional.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris DPW PPP Jawa Barat, H. Agus Solihin, S.E., saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PPP Dapil 4 di Pesantren Zawiyah, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.
Menurut Agus, aspirasi mengenai pengusulan Syekh Badruzzaman sebagai Pahlawan Nasional telah menjadi salah satu perhatian PPP Garut. Aspirasi tersebut, kata dia, akan terus didorong melalui struktur partai, mulai dari DPC PPP Kabupaten Garut, DPW PPP Jawa Barat hingga ke tingkat DPP PPP.
“Ini salah satunya DPC sudah mendorong ke DPW. Bahkan DPW nanti akan mendorong ke DPP untuk menjadi bagian dari aspirasi umat Islam dan aspirasi masyarakat Kabupaten Garut, terutama di kalangan PPP Garut,” ujar Agus.
Ia menegaskan, PPP memberikan apresiasi terhadap perjuangan untuk mengangkat jasa dan kiprah tokoh ulama yang dinilai memiliki kontribusi penting bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Garut.
Agus menyebut, pengusulan Syekh Badruzzaman sebagai Pahlawan Nasional akan terus diperjuangkan agar mendapatkan perhatian di tingkat yang lebih tinggi.
“Untuk didorong bahwa Syekh Badruzzaman ini untuk menjadi Pahlawan Nasional, sangat kita apresiasi dan akan kita terus perjuangkan,” katanya.
Ia berharap proses pengusulan tersebut dapat berjalan dengan baik dan menjadi bagian dari upaya menghargai jasa para ulama serta tokoh yang memiliki kontribusi bagi bangsa dan masyarakat.
Musancab PPP Dapil 4 sendiri menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi internal PPP Kabupaten Garut dalam memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan ranting. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyerap berbagai aspirasi kader dan masyarakat di wilayah Garut.
KH Syaikhuna Muhammad Badruzzaman (lahir tahun 1900) adalah seorang ulama besar, pejuang kemerdekaan, dan tokoh Thariqah Tijaniyah asal Garut, Jawa Barat. Beliau merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah Biru, salah satu pesantren tua di Tanah Sunda.