GARUT – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut berencana menggelar kegiatan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta edukasi terkait LGBT bagi kalangan pelajar tingkat SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA). Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 November 2026 di Kantor MUI Kabupaten Garut.
Ketua Umum MUI Kabupaten Garut, KH. Rd. Amin Muhyiddin Maolani, didampingi Sekretaris Umum Yusup Sapari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut akan melibatkan kepala sekolah SMA, SMK, serta Madrasah Aliyah se-Kabupaten Garut.
Dalam kegiatan itu, panitia telah menyiapkan sejumlah narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian Resor (Polres) Garut, serta kalangan akademisi yang memiliki pengetahuan mengenai isu LGBT.
Melalui kegiatan tersebut, MUI Garut ingin memberikan pemahaman kepada pihak sekolah mengenai persoalan sosial yang dihadapi generasi muda, sekaligus memperkuat edukasi, pencegahan, dan pendampingan terhadap para pelajar.
MUI Garut juga berharap Bupati Garut dapat hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut.
Selain membahas agenda sosialisasi, KH. Rd. Amin Muhyiddin Maolani mengungkapkan bahwa pihaknya turut membicarakan perkembangan proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut.
Menurutnya, tahapan wawancara terhadap 10 calon pimpinan Baznas dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026 di Kabupaten Garut. Tim dari Baznas pusat direncanakan datang langsung untuk melakukan wawancara terhadap seluruh peserta yang telah lolos seleksi sebelumnya.
Ia menjelaskan, 10 calon tersebut merupakan perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam yang tergabung dalam MUI Kabupaten Garut.
Selanjutnya, hasil wawancara dari Baznas pusat akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses penentuan lima orang yang akan mengisi posisi pimpinan Baznas Kabupaten Garut.
“Pada prinsipnya, kita tidak melihat dari organisasi mana atau organisasi mana. Yang jelas, seluruh perwakilan ormas Islam ada di MUI, baik NU, Muhammadiyah, Persis, PUI maupun organisasi lainnya,” ungkapnya.
Terkait komposisi keterwakilan organisasi dalam kepengurusan Baznas, ia menyebutkan bahwa hal tersebut menjadi bagian dari pembahasan, namun proses penentuan tetap akan mempertimbangkan hasil tahapan seleksi dan wawancara.
Adapun pengumuman lima calon terpilih belum dapat dipastikan pada tanggal 11 November karena masih menunggu hasil wawancara dan proses penetapan selanjutnya.
MUI Garut berharap seluruh tahapan seleksi dapat berjalan dengan baik, sehingga menghasilkan pimpinan Baznas yang mampu menjalankan tugas pengelolaan zakat secara profesional, amanah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Garut.