GARUT – Namanya mungkin belum setenar artis dewasa, namun bagi kalangan seniman cilik dan pegiat budaya Sunda, Muhamad Reynand Aqila Ibrahim adalah sosok yang tidak asing. Bocah kelahiran 6 Mei 2015 ini telah membuktikan diri sebagai talenta multitalenta yang mampu menyeimbangkan dua dunia sekaligus: industri hiburan nasional dan pelestarian seni tradisi Jawa Barat.
Prestasi terbarunya menjadi bukti nyata kualitasnya. Siswa kelas V SDN 1 Sukamaju, Kecamatan Cilawu, ini berhasil meraih Juara 3 Nasional dalam cabang lomba mendongeng pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD Tahun 2026. Capaian gemilang ini melengkapi deretan prestasinya di tingkat daerah, termasuk Juara 1 FLS3N Tingkat Provinsi Jawa Barat dan Juara 1 Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Mendongeng Tingkat Kabupaten Garut 2026.
Seniman Cilik dengan Jam Terbang Tinggi
Reynand bukanlah pendatang baru di dunia seni. Mengawali kariernya sejak usia 3 tahun, ia telah membintangi berbagai sinetron televisi nasional seperti Suparman Reborn, Bintang Lapangan (RCTI), dan Layangan Terbang (MNCTV). Ia juga pernah tampil sebagai host cilik dalam program edukasi populer Si Bolang (Bocah Petualang).
Selain akting, Reynand aktif sebagai model iklan komersial (TVC, media cetak, dan digital). Bakat alamnya bahkan telah membuatnya menyabet gelar Juara 1 Mojang Jajaka Alit Kabupaten Garut saat berusia 4 tahun.
Melestarikan Budaya Lokal dengan Keahlian Langka
Yang membedakan Reynand dari anak-anak selebriti lainnya adalah kedalaman penguasaannya terhadap budaya lokal. Di usianya yang masih belia, ia memiliki keahlian khusus yang langka, antara lain:
* Seni Tutur: Mampu menyampaikan dongeng dengan penghayatan hidup serta membaca sajak Sunda (Maca Sajak) dengan artikulasi yang tajam.
* Seni Tari & Adat: Mahir menari Jaipong dengan gerak yang luwes namun tegas. Ia juga menguasai seni Lengser—sebuah peragaan adat dan seni peran komedikal tradisional Sunda yang kompleks. Keahliannya di bidang Lengser telah mengantarkannya meraih Juara 2 di Tasikmalaya dan Juara 3 di Cianjur.
Karakter Kuat di Balik Sorot Lampu
Di balik sorot lampu panggung dan kamera, Reynand dikenal memiliki karakter yang matang. Ia digambarkan sebagai anak yang aktif, energetik, dan sangat mudah beradaptasi (adaptable). Kemampuan ini membuatnya cepat akrab dengan rekan main, memahami skrip dengan baik, serta fleksibel menghadapi dinamika lokasi syuting maupun jadwal latihan seni yang padat.
Kepala SDN 1 Sukamaju, Ike Susanti, M.Pd., mengapresiasi dedikasi Reynand. Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa siswa dari daerah mampu bersaing di level tertinggi apabila mendapatkan pembinaan yang tepat dan dukungan lingkungan yang kondusif.
Dibina di Saung Seni Bertutur
Kunci kesuksesan Reynand tidak lepas dari latihan intensif di Saungkara, sebuah Saung Seni Bertutur asuhan Abah Inda yang beralamat di Buana Residence, Margawati, Garut Kota. Di bawah bimbingan Abah Inda, Reynand tidak hanya belajar mendongeng, tetapi juga mendalami seni membaca sajak, akting, dan pantomim. Dedikasi dan proses panjang inilah yang akhirnya membuahkan prestasi luar biasa.
Dengan kombinasi bakat modern (akting dan modeling) serta penguasaan budaya lokal yang mendalam, Muhamad Reynand Aqila Ibrahim bukan sekadar “bocah viral”, melainkan seorang seniman cilik yang serius menggeluti passion-nya. Prestasi Juara 3 Nasional FLS3N 2026 hanyalah satu bab dari perjalanan panjangnya dalam mengharumkan nama Garut dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara.