GARUT — Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mendorong penguatan konsep city branding atau region branding sebagai upaya memperjelas arah pembangunan dan memperkuat identitas Kabupaten Garut, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata.
Langkah tersebut diawali dengan mengundang seorang senior dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk berdiskusi bersama komunitas dan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Pertemuan itu menjadi ruang untuk mempelajari, memahami, serta merumuskan konsep yang sesuai dengan potensi dan karakteristik Kabupaten Garut.
Putri Karlina menjelaskan, branding daerah bukan sekadar membangun citra atau membuat slogan, melainkan menentukan arah dan cita-cita yang ingin dicapai sebuah daerah di masa mendatang.
Menurutnya, sebagaimana seseorang memiliki tujuan hidup, sebuah kabupaten juga perlu memiliki gambaran yang jelas mengenai identitas dan masa depan yang ingin diwujudkan.
“Kalau city branding itu seperti kita sebagai manusia, cita-citanya mau jadi apa. Daerah pun begitu, sebagai sebuah kabupaten, cita-citanya ingin menjadi kabupaten seperti apa. Sekarang ini masih perlu dimantapkan, mau ke mana arahnya,” ungkap Putri Karlina.
Ia menilai, pengembangan pariwisata dapat menjadi salah satu arah yang perlu dirumuskan secara serius, dengan belajar dari daerah lain seperti Banyuwangi dan Yogyakarta yang dikenal memiliki identitas kuat dalam sektor pariwisata.
Namun, untuk mewujudkan Garut sebagai kabupaten pariwisata, diperlukan berbagai elemen penggerak yang saling terhubung. Karena itu, pemerintah daerah mulai menghimpun komunitas, perangkat daerah, serta pihak-pihak terkait yang dinilai memiliki peran dalam mendukung pengembangan sektor tersebut.
Putri menegaskan, proses membangun identitas daerah tidak harus langsung dimulai dengan program besar. Menurutnya, langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat menjadi fondasi bagi perubahan yang berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah aksi kecil-kecil. Daripada besar tetapi hanya sekali, lebih baik kecil tetapi konsisten,” ujarnya.
Ia berharap, proses diskusi dan perumusan konsep tersebut dapat menjadi titik awal bagi lahirnya gerakan bersama dalam membangun identitas Garut. Dengan keterlibatan berbagai unsur, pengembangan pariwisata diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata dan berkesinambungan.
Bagi Putri Karlina, penentuan city branding merupakan bagian dari perjalanan panjang pembangunan daerah. Hal terpenting saat ini adalah menyamakan arah, menguatkan para penggerak, serta terus menjalankan program yang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai.
Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut diharapkan dapat merumuskan identitas daerah yang lebih jelas, sekaligus memperkuat pengembangan potensi pariwisata sebagai salah satu sektor yang dapat mendukung kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.