No data was found

Mantan Ketua Persigar Dadang Johar Arifin Siap Berkontribusi Majukan Sepak Bola Garut

Facebook
WhatsApp
Telegram
X

GARUT — Mantan Ketua Persigar, Dadang Johar Arifin, menyatakan kesiapannya untuk kembali berkontribusi dalam memajukan sepak bola di Kabupaten Garut, khususnya pembinaan pemain usia dini. Ia berharap pengelolaan sepak bola di Garut ke depan semakin profesional dengan melibatkan para pelaku dan pemerhati yang memiliki pengalaman serta kompetensi di bidangnya.

Hal tersebut disampaikan Dadang saat diwawancarai di kediamannya, Jumat (16/10/2026). Ia menilai, Garut memiliki potensi besar dalam melahirkan pemain sepak bola berbakat sehingga perlu didukung sistem pembinaan yang berkesinambungan sejak usia dini.
Menurut Dadang, pembinaan pemain muda, terutama kelompok usia 13 dan 15 tahun, harus menjadi salah satu perhatian utama Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Garut. Dengan pembinaan yang terarah, ia berharap pemain-pemain muda asal Garut mampu bersaing di tingkat Jawa Barat hingga nasional.
“Garut ini gudangnya sepak bola. Potensi anak-anak kita sangat besar, tinggal bagaimana pembinaannya dilakukan secara benar, terarah, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dadang bukan sosok baru dalam dunia sepak bola dan futsal. Ia mengaku pernah terlibat dalam pembinaan futsal pelajar yang berhasil menorehkan sejumlah prestasi di tingkat Jawa Barat. Bahkan, tim yang pernah dibinanya mampu menempati peringkat pertama di tingkat provinsi.
Pengalamannya juga mencakup pengelolaan Persigar selama sekitar tujuh tahun. Pada masa tersebut, Persigar sempat bersaing hingga mendekati peluang untuk menembus kompetisi kasta yang lebih tinggi.
Selain mengikuti kompetisi resmi, Persigar juga pernah menjalani pertandingan uji coba melawan Kelantan FC dari Malaysia serta Persib Bandung. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan dan mental bertanding para pemain.
Di cabang futsal, Dadang menyebut sejumlah pemain yang pernah berada dalam lingkungan pembinaan telah memperoleh kesempatan membela tim nasional Indonesia. Capaian itu menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten dapat membuka jalan bagi atlet daerah untuk berprestasi di level nasional.
Dalam pandangannya, kemajuan sepak bola Garut tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain, tetapi juga tata kelola organisasi yang baik. Karena itu, ia mendorong agar kepengurusan sepak bola dibangun dengan struktur yang ramping, efektif, dan melibatkan orang-orang yang memahami kebutuhan di lapangan.
Ia menilai, pengurus sebaiknya diisi oleh para pelaku sepak bola, pemerhati, serta individu yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Dengan demikian, setiap program dapat dijalankan secara terukur dan mampu menjawab kebutuhan sepak bola di Kabupaten Garut.
Dadang juga menekankan pentingnya pola kepemimpinan kolektif kolegial. Menurutnya, keputusan organisasi tidak semestinya hanya bertumpu pada satu orang, melainkan melalui diskusi dan pertimbangan bersama dengan melibatkan berbagai perangkat organisasi.
Mulai dari bidang pertandingan, disiplin, hukum, hingga unsur lainnya, seluruh bagian organisasi harus menjalankan fungsi masing-masing secara optimal.
“Kalau berbicara tentang kepemimpinan, tidak semuanya harus dikerjakan sendiri oleh ketua. Ada perangkat organisasi yang harus diberi ruang untuk menyampaikan pemikiran, berdiskusi, dan mengambil keputusan bersama sesuai tugasnya,” jelasnya.
Selain pembenahan organisasi, Dadang menilai pembinaan sepak bola harus dimulai sejak anak-anak berusia dini, antara lain pada kelompok usia 7, 9, dan 12 tahun. Pembinaan tersebut perlu dilaksanakan secara berjenjang agar kemampuan pemain berkembang sesuai tahapan usia.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelatih. Menurutnya, Garut membutuhkan lebih banyak pelatih berlisensi yang memiliki pemahaman memadai mengenai teknik, taktik, serta metode pembinaan pemain muda.
Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah menggelar pelatihan dengan menghadirkan instruktur berlisensi nasional, AFC, maupun pelatih berpengalaman lainnya. Dengan begitu, pengetahuan dan standar kepelatihan di Garut dapat terus meningkat.
Dadang berharap upaya tersebut mampu menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih kuat, mulai dari pembinaan usia dini, pengembangan kompetensi pelatih, hingga peningkatan kualitas kompetisi.
Ia menegaskan, siapa pun yang nantinya dipercaya mengelola sepak bola Garut harus mampu mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Terkait kemungkinan kembali terlibat dalam pengelolaan sepak bola daerah, Dadang menyatakan kesiapannya untuk memberikan pemikiran dan kontribusi apabila mendapat kepercayaan dari para pelaku serta pemerhati sepak bola.
Baginya, tujuan utama yang harus diperjuangkan adalah kemajuan sepak bola Kabupaten Garut, terutama dalam menciptakan pembinaan usia dini yang berkualitas dan berkesinambungan.
Dengan pengalaman yang dimilikinya, Dadang berharap Garut semakin mampu mengoptimalkan potensi pemain lokal dan melahirkan talenta-talenta yang dapat bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

Artikel Lainnya

Mantan Sekdispora Garut Gabung Partai Demokrat

GARUT — Mantan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten

Mantan Ketua Persigar Dadang Johar Arifin Siap Berkontribusi Majukan Sepak Bola Garut

GARUT — Mantan Ketua Persigar, Dadang Johar Arifin, menyatakan kesiapannya

Karang Taruna Muarasanding Gelar “Gelora Sumpah Pemuda 2026”, Hadirkan Enam Cabang Lomba Keagamaan

GARUT — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun

Lola Nelria Oktavia Dorong NasDem Garut Lebih Dekat dengan Masyarakat, Bidik Kerja Nyata Menuju Pemilu 2029

GARUT — Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Garut, Lola Nelria

Donor Darah dalam Momen HUT Ke-25 Partai Demokrat, Ketua DPC : Setetes Darah Kita Menolong Nyawa

GARUT – Masih dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)

Wisuda Perdana dengan Nama IKKHG, 560 Lulusan Dikukuhkan dan Empat Prodi Raih Predikat Unggul

GARUT, Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) mewisuda 560 lulusan

No data was found