SORONG, PAPUA BARAT DAYA — Pemerintah Kabupaten Sorong terus mendorong pengembangan sektor peternakan melalui program inseminasi buatan (IB). Program tersebut diperkuat dengan rencana penambahan petugas inseminator agar pelayanan kepada peternak dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
Kepala Seksi Perbibitan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong, Agustina Mote, mengatakan kebutuhan terhadap petugas inseminator cukup tinggi. Kabupaten Sorong memiliki 32 distrik dan 253 desa/kelurahan, sehingga pelayanan peternakan membutuhkan tenaga yang mampu menjangkau wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.
Saat ini, jumlah petugas inseminator yang tersedia hanya tiga orang. Sebelumnya terdapat 10 petugas, namun seluruhnya telah memasuki masa pensiun dan sebagian telah meninggal dunia. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah mendorong penyiapan petugas baru untuk memperluas pelayanan inseminasi buatan.
Program inseminasi buatan diharapkan dapat membantu peternak menghasilkan sapi dan kambing dengan kualitas genetik yang lebih baik sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Selain meningkatkan produktivitas peternak, program tersebut juga telah masuk dalam sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sorong.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong telah melakukan sejumlah persiapan, termasuk membentuk tim kerja, menyusun standar operasional prosedur, serta berkoordinasi dengan Balai Pembibitan dan Inseminasi Buatan (BPIB) dan penyuluh peternakan. Pemerintah berharap penambahan petugas dapat membuat pelayanan IB menjangkau distrik-distrik yang selama ini sulit mendapatkan layanan.