GARUT – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuda Puja Turnawan, mengajak masyarakat mengisi momentum kemerdekaan dengan kegiatan positif melalui jalan sehat sekaligus aksi pungut sampah plastik.
Kegiatan tersebut digelar bersama masyarakat di Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Minggu (30/8/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sukabakti serta Sekretaris DPC PDI Perjuangan Garut, Dedi Hasan Bahtiar.
Selain jalan sehat, kegiatan juga diisi dengan pengumpulan sampah plastik yang melibatkan kelompok masyarakat. Di salah satu lokasi, sebanyak 21 kelompok berhasil mengumpulkan sekitar 330 kilogram sampah plastik.
Rute jalan sehat cukup panjang, mulai dari Desa Sukabakti, kemudian masuk ke wilayah Desa Kersamenak dan Desa Cibunar, sebelum kembali ke Desa Sukabakti.
Yuda mengatakan, kegiatan serupa juga dilaksanakan bersama warga Perumahan Rancabango Intan Residence, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler. Di lokasi tersebut, terdapat sekitar 16 kelompok yang mengikuti aksi pengumpulan sampah plastik.
Untuk mendorong antusiasme masyarakat, Yuda menyediakan berbagai hadiah, mulai dari peralatan rumah tangga seperti kulkas dan mesin cuci hingga hadiah uang tunai. Bahkan, seluruh kelompok yang mengikuti pengumpulan sampah di lokasi pertama mendapatkan apresiasi.
“Untuk yang pertama ada 21 kelompok dan semuanya kita beri hadiah. Bahkan yang kalah pun tetap mendapatkan hadiah untuk kelompok,” ujar Yuda.
Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut cukup tinggi. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak dan ibu-ibu juga turut terlibat langsung mengumpulkan sampah plastik yang ditemukan sepanjang rute jalan sehat.
Yuda mengaku prihatin karena masih banyak sampah plastik yang ditemukan berserakan, terutama di saluran drainase.
“Sepanjang jalan Rancabango itu di drainase begitu banyak menumpuk sampah plastik. Tentunya ini harus menjadi edukasi dan kita akan mencari solusinya dengan Dinas Lingkungan Hidup bagaimana bersinergi dengan masyarakat mengurangi sampah dari sumbernya,” katanya.
Ia menilai persoalan sampah plastik tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Dibutuhkan kesadaran bersama dari seluruh lapisan masyarakat untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
Terlebih, sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai sehingga apabila tidak dikelola dengan baik dapat menjadi persoalan lingkungan dalam jangka panjang.
“Permasalahan sampah ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan Pemda semata. Semua harus memiliki kesadaran, anak kecil, orang dewasa, masyarakat yang ekonominya mampu maupun tidak mampu. Sampah itu permasalahan kita bersama dan tanggung jawab kita sama-sama untuk mencari solusinya,” tegasnya.
Soroti Keterbatasan Armada Pengangkut Sampah
Selain persoalan kesadaran masyarakat, Yuda juga menyoroti keterbatasan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah, khususnya dari sisi sarana dan prasarana pengangkutan.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena sejumlah kendaraan pengangkut sampah milik pemerintah daerah sudah mengalami kerusakan berat.
“Dengan keterbatasan anggaran, manajemen pengangkutan persampahan juga menjadi kendala. Apalagi banyak kendaraan yang sudah rusak berat, kendaraan angkut sampah, sehingga tidak maksimal,” ungkapnya.
Karena itu, Yuda mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta, termasuk melalui pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pengadaan kendaraan pengangkut sampah.
“Ini harus dipikirkan bersama oleh pemerintah, oleh Pak Bupati terutama, bagaimana mencari dana CSR untuk pengadaan truk. APBD kita terbatas, sementara truk sampah sudah banyak yang rusak berat,” pungkasnya.