JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Agenda tersebut menjadi salah satu rangkaian penting menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam agenda yang sama, pemerintah menyampaikan pokok-pokok kebijakan ekonomi dan fiskal melalui Nota Keuangan serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Arah kebijakan tersebut menjadi perhatian karena akan menentukan prioritas pemerintah dalam pembangunan dan pengelolaan keuangan negara pada tahun mendatang.
Salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus menjaga stabilitas fiskal. Dalam kerangka kebijakan yang telah disampaikan sebelumnya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 berada pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan memperluas manfaat pertumbuhan bagi masyarakat.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menempatkan ketahanan pangan dan energi, penguatan industri nasional, serta pemerataan ekonomi sebagai bagian penting dari arah pembangunan. Pemerintah menilai Indonesia perlu memperkuat kemandirian ekonomi di tengah ketidakpastian geopolitik dan perubahan kondisi ekonomi global.
Penyampaian RAPBN 2027 selanjutnya akan menjadi dasar pembahasan antara pemerintah dan DPR RI. Kebijakan yang ditetapkan nantinya akan menentukan prioritas belanja negara, program pembangunan, serta strategi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat sepanjang 2027.