GARUT — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mendorong mahasiswa baru Universitas Garut (UNIGA) agar memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan hingga jenjang sarjana masih belum dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin saat menghadiri pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Garut, Rabu (23/9/2026).
Abdusy Syakur yang juga merupakan mantan Rektor UNIGA mengatakan, mahasiswa yang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan kelompok yang beruntung. Karena itu, mereka diharapkan tidak hanya mengejar gelar sarjana, tetapi juga meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap.
“Harus benar-benar bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas, baik dalam bidang pendidikan, pengetahuan, keterampilan maupun sikap,” ujar Abdusy Syakur.
Ia berharap peningkatan kualitas mahasiswa nantinya dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan produktivitas di lingkungan tempat tinggal mereka.
Menurutnya, jumlah masyarakat Kabupaten Garut yang dapat mengenyam pendidikan hingga jenjang sarjana masih relatif terbatas. Karena itu, peningkatan akses pendidikan tinggi menjadi salah satu hal yang perlu terus didorong.
Abdusy Syakur juga menjelaskan mengenai program bantuan pendidikan melalui skema satu desa satu sarjana. Program tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan masyarakat Garut memperoleh pendidikan tinggi.
“Ini kita dorong dalam rangka untuk meningkatkan jumlah masyarakat Garut yang bisa meraih gelar sarjana,” katanya.
Ia menyebutkan, terdapat dua skema bantuan pendidikan yang dijalankan. Salah satunya berupa bantuan kuliah, sementara skema lainnya memberikan bantuan pendidikan kepada penerima hingga menyelesaikan pendidikan sarjana selama empat tahun.
Program tersebut, lanjutnya, juga terus dikembangkan dengan membuka peluang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selain mahasiswa UNIGA, pemerintah daerah juga mempertimbangkan mahasiswa Garut yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi lainnya.
“Ke depan mahasiswa dari UIN, UPI dan kampus lainnya juga kemungkinan mendapatkan tambahan dukungan,” ujarnya.
Untuk pelaksanaan program tersebut, pemerintah daerah menyerahkan pengaturan penerima bantuan di masing-masing desa kepada instansi terkait, sehingga distribusinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan data mahasiswa yang memenuhi ketentuan.
Abdusy Syakur berharap para mahasiswa penerima kesempatan pendidikan tersebut kelak tidak hanya menjadi lulusan perguruan tinggi, tetapi mampu menjadi sumber daya manusia yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Garut.
“Pada akhirnya mereka diharapkan bisa memberikan dampak yang kuat kepada masyarakat sekitar, terutama dalam pendekatan produktivitas,” pungkasnya.