GARUT, 27 SEPTEMBER 2026 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) Kabupaten Garut bekerja sama dengan Perumda Air Minum Tirta Intan Garut melaksanakan kegiatan penanaman pohon di sejumlah kawasan sumber mata air milik Perumda Tirta Intan Garut, Minggu (27/9/2026).
Salah satu lokasi penanaman secara simbolis dilaksanakan di kawasan Situ Rantun dan Situ Pulus, Desa Tanjungkarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Kegiatan penghijauan ini selanjutnya akan dilaksanakan di beberapa lokasi sumber mata air lainnya yang berada di bawah pengelolaan Perumda Air Minum Tirta Intan Garut.
Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara organisasi masyarakat dan badan usaha milik daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan, melindungi kawasan resapan air, serta mendukung keberlangsungan sumber daya air bagi kebutuhan masyarakat.
Perwakilan DPC Gerbang Tani Kabupaten Garut, Ago Yogi Iskandar, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Perumda Air Minum Tirta Intan Garut atas kerja sama, dukungan, serta bantuan dana yang diberikan untuk menyukseskan kegiatan penanaman pohon tersebut.
“Atas nama DPC Gerbang Tani Kabupaten Garut, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Perumda Air Minum Tirta Intan Garut atas kerja sama, dukungan, dan bantuan dana untuk kegiatan penanaman pohon ini. Kami berharap kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian sumber mata air sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Ago Yogi Iskandar.
Menurut Ago Yogi, penanaman pohon di kawasan sumber mata air memiliki arti penting bagi keberlangsungan ekosistem dan ketersediaan air. Pepohonan berperan dalam menjaga struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah menyerap air hujan, mengurangi risiko erosi, serta membantu menjaga kelembapan tanah di sekitar kawasan mata air.
Keberadaan vegetasi yang terjaga juga dapat membantu mengurangi limpasan air permukaan sehingga sebagian air hujan memiliki kesempatan lebih besar untuk meresap ke dalam tanah dan mengisi cadangan air tanah. Dengan demikian, penghijauan di kawasan sumber mata air menjadi salah satu upaya penting untuk mendukung keberlanjutan sumber air, terutama dalam menghadapi perubahan kondisi iklim dan musim kemarau.
“Pohon dan air merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Menanam pohon di sekitar sumber mata air adalah ikhtiar kita untuk menjaga alam agar tetap mampu menopang kehidupan. Kita tentu berharap sumber-sumber air yang ada tidak mengalami penurunan debit secara drastis, terlebih sampai mengering. Karena itu, kawasan mata air harus dijaga, dihijaukan, dan dirawat bersama,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa manfaat penanaman pohon tidak hanya terbatas pada upaya menjaga ketersediaan air. Pepohonan turut membantu menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, menjaga kesejukan lingkungan, menyediakan habitat bagi berbagai jenis satwa, serta melindungi tanah dari pengikisan. Dalam jangka panjang, lingkungan yang hijau dan lestari akan memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Bagi masyarakat Kabupaten Garut, keberadaan sumber mata air memiliki nilai strategis, baik untuk pemenuhan kebutuhan air bersih maupun untuk menunjang kehidupan sehari-hari dan aktivitas pertanian. Oleh sebab itu, menjaga kelestarian sumber mata air bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pengelola, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
DPC Gerbang Tani Kabupaten Garut memandang bahwa gerakan penghijauan perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penanaman, pemeliharaan bibit, hingga pengawasan terhadap kelestarian kawasan sumber air. Pemilihan jenis pohon yang sesuai dengan kondisi lahan dan ekosistem setempat juga menjadi perhatian agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat optimal.
Melalui kerja sama ini, DPC Gerbang Tani Kabupaten Garut berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan. Kolaborasi antara Perumda Air Minum Tirta Intan Garut, organisasi masyarakat, pemerintah, dan warga diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian sumber daya air di Kabupaten Garut.
Kegiatan penanaman pohon di Situ Rantun dan Situ Pulus menjadi simbol komitmen bersama bahwa menjaga sumber mata air harus dimulai dengan tindakan nyata. Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni penanaman, tetapi terus berlanjut melalui perawatan pohon dan upaya menjaga kelestarian lingkungan di berbagai kawasan sumber mata air lainnya.
“Menanam pohon hari ini adalah menjaga sumber kehidupan untuk masa depan. Mata air terpelihara, lingkungan tetap lestari, dan kesejahteraan masyarakat terus terjaga.”
DPC Gerbang Tani Kabupaten Garut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama merawat alam, menjaga kawasan resapan air, dan menjadikan penghijauan sebagai gerakan kolektif demi masa depan Garut yang lebih hijau, sejuk, dan berkelanjutan.