Lonjakan Pasien di RSUD dr. Slamet Capai 90-an dari Kapasitas 47 Bed, DPRD dan Manajemen RS Evaluasi Pelayanan

Facebook
WhatsApp
Telegram
X

GARUT – Menanggapi isu lonjakan jumlah pasien dan keluhan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut yang beredar di media massa, jajaran Komisi IV DPRD Kabupaten Garut bersama manajemen rumah sakit melakukan diskusi intensif untuk mencari solusi terbaik. Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut menghasilkan sejumlah langkah strategis untuk mengoptimalkan pelayanan meski dengan keterbatasan fasilitas.

Ketua Komisi IV DPRD Garut, Asep Rahmat, mengakui bahwa saat ini jumlah pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang rawat inap melebihi kapasitas standar. “Kapasitas yang dimiliki memang terbatas, misalnya di UGD kapasitasnya 47 tempat tidur, namun kenyataannya pasien mencapai 90-an orang. Otomatis dampaknya ada ketidaknyamanan bagi pasien,” ujar Asep, Senin (28/9).

Meski demikian, Asep menegaskan bahwa kualitas pelayanan medis tidak berkurang, melainkan hanya aspek kenyamanan yang terdampak akibat kepadatan. “Saya pastikan pelayanan tidak berkurang, cuma kenyamanan saja yang terganggu karena fasilitas yang ada sedang diusahakan dan direncanakan penambahannya,” tambahnya.

Strategi Percepatan Alur Pasien

Direktur RSUD dr. Slamet Garut, dr. Inge Andriani Heriawan, menjelaskan bahwa lonjakan pasien terjadi hampir di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Garut, bukan hanya di RSUD dr. Slamet. Untuk mengatasi keterbatasan ruang rawat inap yang hanya berjumlah 383 bed (dari kebutuhan ideal yang jauh lebih besar), manajemen RS menerapkan tiga strategi utama:

1. Ruang Transisi: Menyediakan ruang transisi untuk pasien baru sebelum masuk ke rawat inap, di mana mereka tetap mendapatkan terapi sesuai instruksi dokter spesialis.
2. Percepatan Visit Dokter: Jadwal visit dokter dipercepat pada pagi hari agar pasien yang sudah boleh pulang dapat segera dipulangkan, sehingga kamar dapat segera diisi oleh pasien baru.
3. Ruang Transit Pulang: Pasien yang sudah dinyatakan pulang namun masih menunggu obat atau jemputan dipindahkan ke ruang transit khusus, sehingga kamar rawat inap segera tersedia.

“Kami berusaha keras tidak menolak pasien. Karena menambah ruangan tidak bisa serta merta karena harus memenuhi izin operasional dan kelengkapan sarana, maka fokus kami saat ini adalah mempercepat perputaran pasien (bed turnover),” jelas dr. Inge.

Desakan Penambahan Fasilitas dan Intervensi APBD

Anggota Komisi IV DPRD Garut, Yuda Puja Turnawan, menyoroti kesenjangan besar antara kebutuhan dan ketersediaan tempat tidur. Ia mencatat kebutuhan bed ideal mencapai 2.900, sementara eksisting di RSUD dr. Slamet hanya 383 bed. Bahkan, Kementerian Kesehatan rencananya akan menambah 80 bed lagi, sehingga total menjadi 463 bed, namun hal ini memerlukan persiapan ruangan fisik.

Yuda menekankan pentingnya intervensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk peningkatan fasilitas, khususnya pembangunan Catheterization Laboratory (Cath Lab) untuk penanganan serangan jantung.

“Banyak pasien serangan jantung dari Garut yang dirujuk ke Bandung karena di sini belum ada fasilitas pemasangan ring jantung. Jika kita punya Cath Lab, pendapatan RS akan meningkat dan rujukan keluar bisa diminimalisir. Kami mendesak Bupati Garut untuk mengalokasikan APBD, termasuk mungkin menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), guna meningkatkan fasilitas ini,” tegas Yuda.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan fasilitas akan membuat RS lebih leluasa memperbaiki layanan tanpa harus menekan anggaran pembelian obat dan bahan medis habis pakai.

Peningkatan SDM dan Komunikasi

Selain infrastruktur, aspek Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi fokus perbaikan. Akan diadakan pelatihan Service Excellent untuk mengubah mindset dan gestur tenaga kesehatan agar lebih ramah dan melayani dengan hati. Komunikasi antara manajemen dan SDM juga diperkuat untuk mencegah miskomunikasi.

“Masyarakat diharapkan langsung menyampaikan keluhan jika ada kekecewaan agar manajemen bisa segera melakukan evaluasi. Kami optimis dengan adanya inspeksi dan komunikasi yang cair ini, pelayanan kepada masyarakat Garut akan menjadi lebih optimal,” pungkas Yuda.

Artikel Lainnya

Yuda Puja Turnawan Desak Pemkab Alokasikan APBD untuk Bangun Cath Lab dan Tambah Bed RSUD dr. Slamet

GARUT – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Yuda Puja

Lonjakan Pasien di RSUD dr. Slamet Capai 90-an dari Kapasitas 47 Bed, DPRD dan Manajemen RS Evaluasi Pelayanan

GARUT – Menanggapi isu lonjakan jumlah pasien dan keluhan pelayanan

Bupati Garut: Seleksi Akhir 5 Komisioner BAZNAS 2026-2031 Tetap Mengutamakan Kualitas Wawancara

GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memberikan tanggapan terkait

Jelang Porprov Jawa Barat, KONI Garut Optimis Masuk 10 Besar Meski Kendala Anggaran Masih Mengintai

GARUT – Menjelang digelarnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat

Perempuan Bangsa PKB Garut Perkuat Basis Akar Rumput, Targetkan Kepengurusan Runtun Hingga Level RT/RW

GARUT – Pasca terpilihnya Novi Agustina, M.Si sebagai Ketua Perempuan

Kabupaten Garut Raih Tiga Juara di Ajang PENTAS PAI Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026

GARUT – Kabupaten Garut berhasil meraih tiga juara pada ajang

No data was found