GARUT, Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) mewisuda 560 lulusan program diploma, sarjana, dan profesi dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Wisuda ke-29 dan Angkat Sumpah di Hotel Santika Garut, Rabu (14/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Rektor IKKHG Dr. Iwan Wahyudi, S.Kep., Ners., M.Kep., menyampaikan bahwa empat program studi telah memperoleh predikat akreditasi unggul pada tahun ini.
Capaian tersebut meliputi Program Studi D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, S1 Keperawatan, dan program profesi Ners.
IKKHG juga tengah mempersiapkan pengembangan institusi melalui proses pendirian Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).
“Alhamdulillah, pada tahun ini kita sudah melaksanakan kegiatan akreditasi. Empat program studi telah memperoleh predikat unggul,” ujar Dr. Iwan Wahyudi dalam sambutannya.
Wisuda ke-29 ini menjadi momentum penting bagi IKKHG karena merupakan wisuda pertama yang diselenggarakan dengan nama Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG).
Pada wisuda tahun sebelumnya, institusi tersebut masih menggunakan nama STIKes Karsa Husada Garut.
Empat Program Studi Raih Akreditasi Unggul
Menurut Dr. Iwan Wahyudi, capaian akreditasi tersebut merupakan hasil kerja bersama sivitas akademika, yayasan, mahasiswa, alumni, mitra kerja, pengguna lulusan, serta pihak lain yang mendukung pengembangan institusi.
Ia berharap capaian tersebut menjadi dasar bagi IKKHG untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kepercayaan masyarakat.
“Pencapaian ini harus kita jadikan fondasi untuk membangun IKKHG yang semakin dipercaya, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menghasilkan lulusan yang memenuhi kebutuhan dunia kerja,” katanya.
Rektor juga berharap program studi lain yang akan menjalani proses akreditasi pada tahun berikutnya dapat memperoleh hasil yang baik.
IKKHG Proses Pendirian Fakultas Kedokteran Gigi
Dalam sambutannya, Dr. Iwan Wahyudi mengungkapkan bahwa IKKHG sedang menjalani proses pendirian Fakultas Kedokteran Gigi.
Ia meminta dukungan dan doa masyarakat agar proses tersebut berjalan lancar.
“Saat ini kami sedang berproses untuk pendirian Fakultas Kedokteran Gigi. Doa dan dukungannya sangat kami harapkan. Semoga proses ini berjalan lancar dan diberikan kemudahan,” ujarnya.
Menurut dia, pengembangan program studi merupakan bagian dari upaya memperkuat kontribusi institusi dalam pendidikan kesehatan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia kesehatan.
IKKHG sebelumnya tumbuh dari perjalanan pendidikan keperawatan Karsa Husada Garut sejak 1994.
Institusi tersebut kemudian berkembang dari akademi menjadi sekolah tinggi, hingga bertransformasi menjadi institut.
Di bawah naungan Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), IKKHG kini memiliki Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kebidanan serta Fakultas Ilmu Kesehatan.
Dr. Iwan juga menyampaikan bahwa institusi telah membuka Program Sarjana Gizi dan secara keseluruhan menyelenggarakan sembilan program studi.
Sebanyak 560 Lulusan Diwisuda dalam Dua Sesi
Pelaksanaan wisuda tahun ini dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi dan siang, dengan total 560 lulusan dari berbagai program pendidikan.
Berdasarkan rincian yang disampaikan rektor, jumlah lulusan terdiri atas 126 orang dari D3 Keperawatan, 44 orang dari D3 Kebidanan, 105 orang dari S1 Keperawatan, 105 orang dari program profesi yang disebut dalam sambutan, 34 orang dari Profesi Bidan, 89 orang dari Teknologi Laboratorium Medis, serta 57 orang dari D3 Farmasi.
Wisuda tersebut menjadi penanda penyelesaian pendidikan bagi para lulusan sebelum melanjutkan perjalanan profesional di bidang kesehatan.
Iwan mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan klinis, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan kepedulian sosial.
“Di mana pun nanti saudara berada, bawalah nama baik almamater dan jadikan kompetensi yang diperoleh sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pesannya kepada para wisudawan dan wisudawati.
Mahasiswa IKKHG Torehkan Prestasi
Dalam sambutannya, Iwan turut menyampaikan sejumlah prestasi mahasiswa dalam bidang akademik, kompetisi, olahraga, dan kegiatan edukasi.
Di antaranya, prestasi yang disebut meliputi penghargaan The Best Group pada ajang konferensi internasional yang diikuti peserta dari Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura; medali emas Olimpiade Sains tingkat nasional bidang Bahasa Inggris; serta medali emas kejuaraan pencak silat tingkat Provinsi Jawa Barat.
Rektor juga menyebut prestasi video edukasi tingkat nasional dan capaian mahasiswa dalam uji kompetensi nasional.
Arfah Khairani Lestari dan Najwa Aliyah Salsabila disebut meraih peringkat lima terbaik, sedangkan Tika Sri Rahayu meraih peringkat ketujuh pada kategori yang disampaikan dalam sambutan.
Dr. Iwan berharap berbagai capaian tersebut dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani menghadapi tantangan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, dan kontribusi kepada masyarakat.
Lulusan Kesehatan Dituntut Adaptif terhadap Perubahan
Dr. Iwan menilai kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks menuntut tenaga kesehatan memiliki kemampuan yang lebih luas.
Selain memahami tugas profesinya, lulusan juga perlu mampu menganalisis persoalan, bekerja dalam tim, dan mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Perkembangan teknologi digital, menurut dia, turut membuka peluang baru dalam pelayanan kesehatan, termasuk melalui sistem informasi kesehatan, telemedicine, dan tele health.
Para lulusan IKKHG nantinya dapat berkiprah di berbagai bidang, mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, laboratorium, apotek, institusi pendidikan, lembaga pemerintah, organisasi profesi, hingga bidang kewirausahaan kesehatan.
Rektor berharap para lulusan mampu menjaga profesionalisme dan menjadikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan sebagai bekal untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Wisuda ke-29 ini sekaligus menjadi bagian dari perjalanan IKKHG dalam memperkuat pendidikan tenaga kesehatan di Garut, melalui peningkatan mutu program studi, pengembangan institusi, dan persiapan pembukaan program pendidikan baru.***