GARUT – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut kembali menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab). Kali ini, kegiatan dilaksanakan untuk wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 3 di Pondok Pesantren Thoriqul Huda, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sukawening, Jumat (11/9/2026).
Ketua DPC PPP Kabupaten Garut, Ayi Suryana, mengatakan Musancab tersebut merupakan rangkaian konsolidasi organisasi yang sebelumnya telah dilaksanakan di Dapil 2 dan Dapil 5.
Menurutnya, Musancab tidak hanya menjadi agenda pergantian atau penataan kepengurusan, tetapi juga diarahkan untuk mendewasakan para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan maupun pengurus ranting di tingkat desa.
“Ini merupakan tempat yang ketiga. Sebelumnya kami sudah melaksanakan di Dapil 2 dan Dapil 5. Kami berharap pelaksanaan Musancab ini lebih kepada konsolidasi partai dan mendewasakan para pengurus PAC di tingkat kecamatan maupun ranting,” ujar Ayi.
Ia menambahkan, ke depan pihaknya akan mendorong kaderisasi dan bimbingan teknis bagi pengurus PAC agar lebih memahami aturan serta mekanisme organisasi partai.
Salah satu mekanisme yang akan diperkuat, kata Ayi, berkaitan dengan pemilihan kepengurusan PAC melalui rapat formatur. Formatur nantinya terdiri dari lima orang, yakni perwakilan DPW, DPC, satu unsur PAC, serta dua perwakilan ranting.
“Formatur ini nantinya akan memilih kepengurusan di tingkat kecamatan. Setelah pemilihan ketua tingkat kecamatan, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan para ketua ranting di tingkat desa,” jelasnya.
Ayi menegaskan, DPC PPP memberikan ruang kemandirian kepada PAC dalam proses tersebut. DPC tidak akan mencampuri teknis pemilihan selama tetap berjalan sesuai aturan partai.
“Kami bersepakat bahwa PAC diberikan kebebasan dan kemandirian. PAC independen, kami tidak masuk ke dalam tataran teknis. Siapapun yang menjadi ketua maupun sekretaris, itu merupakan bagian dari kepengurusan DPC, bukan milik personal,” katanya.
Lebih lanjut, Ayi menyebut PPP Garut mulai mempersiapkan target politik menghadapi agenda pemilu mendatang. Namun, pihaknya masih menunggu kepastian regulasi terkait pelaksanaan pemilu, termasuk mengenai jadwal 2029 atau kemungkinan perubahan menjadi 2031.
“Kita mempunyai target menambah kursi di dapil masing-masing. Tetapi kita masih menunggu regulasi. Yang pasti, di setiap perhelatan demokrasi kita ingin memenangkan semuanya,” tegasnya.
Menariknya, rangkaian Musancab PPP Kabupaten Garut kali ini dilaksanakan di lingkungan pondok pesantren. Ayi mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari arahan Ketua Umum PPP agar kegiatan organisasi dimaksimalkan di pondok pesantren.
Sekretaris DPC PPP Kabupaten Garut, Aji Muhammad Iqbal menambahkan,
Setelah Dapil 2 di Karangpawitan dan Dapil 5 di Cisurupan, kini kegiatan digelar di Pondok Pesantren Thoriqul Huda, Sukawening. Rangkaian Musancab selanjutnya juga akan dilaksanakan di sejumlah pondok pesantren di dapil lainnya.
“PPP ini lahir dari pondok pesantren, sehingga kita kembali lagi ke pangkuan para kiai dan para ajengan,” ujarnya.
Dalam setiap pelaksanaan Musancab, seluruh anggota fraksi PPP juga diwajibkan hadir sebagai bagian dari penguatan konsolidasi antara struktur partai dan unsur legislatif.