No data was found

Gelar Karya 2.0 PPG IPI Garut, 68 Calon Guru Hadirkan Inovasi Pembelajaran,

Facebook
WhatsApp
Telegram
X

GARUT – Sebanyak 68 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut menunjukkan kreativitasnya melalui berbagai inovasi pembelajaran dalam kegiatan Gelar Karya 2.0 Tahun 2026. Beragam produk pendidikan dipamerkan sebagai bentuk kontribusi calon guru dalam menghadirkan solusi atas persoalan pembelajaran di sekolah.

Kegiatan bertema “Merajut Arah, Membangun Bangsa” tersebut berlangsung di Aula IPI Garut, Jalan Terusan Pahlawan Nomor 32, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (19/10/2026).
Inovasi yang ditampilkan tidak hanya mengandalkan teknologi digital, tetapi juga memanfaatkan media sederhana, permainan edukatif, sistem informasi, serta pendekatan pembelajaran yang mengangkat literasi, kebudayaan Nusantara, keselamatan sekolah, dan kesiapsiagaan bencana.
Rektor IPI Garut, Prof. Dr. H. Nizar Alam Hamdani, M.M., M.T., M.Si., M.Kom., CIHCM, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerjemahkan hasil analisis persoalan pendidikan menjadi produk yang dapat dimanfaatkan secara langsung.
Menurutnya, gelar karya bukan sekadar pameran hasil kreativitas mahasiswa, melainkan bagian dari proses membangun kemampuan calon guru dalam memahami kebutuhan peserta didik dan merancang solusi pembelajaran.
“Tujuan gelar karya ini adalah menampilkan produk-produk yang dapat memberikan solusi terhadap masalah pendidikan. Pengetahuan diubah menjadi pengalaman, sementara gagasan akademik diwujudkan menjadi kebutuhan nyata dalam dunia pendidikan,” ujar Nizar.
Guru Dituntut Kreatif dan Memahami Kebutuhan Siswa
Nizar menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari seberapa banyak pengetahuan yang disampaikan guru kepada murid. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk karakter, mengembangkan potensi, serta menumbuhkan tanggung jawab peserta didik.
Ia menilai inovasi pembelajaran harus disusun berdasarkan kebutuhan siswa, bukan sekadar mengikuti tren perkembangan teknologi.
Menurutnya, media pembelajaran yang sederhana pun dapat memberikan dampak positif apabila mampu membantu siswa memahami materi yang sebelumnya dianggap sulit.
“Pendidikan itu bagaimana memanusiakan manusia, menuntun peserta didik agar mampu mengembangkan potensinya, membangun karakternya, dan memberikan manfaat bagi kehidupan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa guru profesional harus menguasai empat kompetensi utama, yakni pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Dengan bekal tersebut, guru diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara tepat sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda.
“Guru adalah pelukis masa depan. Guru profesional harus memiliki kompetensi dan mampu memanfaatkan teknologi yang ada untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta derajat hidup bangsa,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Nizar turut menyampaikan bahwa IPI Garut menargetkan program PPG meraih akreditasi internasional pada akhir 2027. Target tersebut menjadi bagian dari upaya institusi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan setelah memperoleh akreditasi unggul di tingkat nasional.
Karya Pendidikan Harus Memberikan Dampak Nyata
Wakil Rektor I IPI Garut, Dr. Galih Abdul Fatah Maulani, M.Kom., menjelaskan bahwa Gelar Karya 2.0 merupakan penyelenggaraan tahun kedua setelah kegiatan serupa dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
Ia menekankan bahwa kualitas sebuah karya pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau tampilan produk, tetapi terutama dari manfaatnya dalam membantu proses belajar mengajar.
“Karya yang baik mengundang kekaguman, tetapi karya yang bermakna membantu menyelesaikan permasalahan,” ujar Galih.
Ia berharap produk yang dikembangkan mahasiswa mampu menjawab berbagai kebutuhan di kelas, mulai dari mempermudah pemahaman materi hingga mendorong keberanian siswa untuk bertanya dan meningkatkan kepercayaan diri.
Galih juga mengingatkan calon guru agar tidak menjadikan teknologi sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan pembelajaran.
Menurutnya, kemampuan memahami kesulitan siswa, mendengarkan pendapat mereka, serta membimbing perkembangan potensi anak tetap menjadi bagian penting dari tugas seorang pendidik.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa memanfaatkan kegiatan gelar karya sebagai kesempatan untuk bertukar gagasan, menerima masukan, dan memperbaiki produk agar dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.
Ia berharap program PPG IPI Garut mampu melahirkan guru yang tidak hanya memiliki pengetahuan memadai, tetapi juga berintegritas dan mampu memberikan kontribusi bagi masa depan pendidikan Indonesia.
Melibatkan 68 Mahasiswa dan 27 Pendamping
Koordinator Program PPG IPI Garut, Dr. Irsyad Nugraha, M.Pd., menerangkan bahwa gelar karya tersebut merupakan luaran mata kuliah proyek kepemimpinan yang diikuti mahasiswa PPG calon guru gelombang pertama tahun 2026.
Dari total 68 peserta, sebanyak 40 mahasiswa berasal dari bidang Pendidikan Pancasila, sedangkan 28 lainnya merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia.
Dalam proses pembimbingan dan pengujian proyek, kegiatan ini melibatkan 15 dosen serta 12 guru pamong yang mendampingi mahasiswa selama proses pengembangan karya.
Irsyad menjelaskan, mahasiswa diarahkan untuk mengidentifikasi permasalahan di sekolah, menyusun rancangan penyelesaian, kemudian menghasilkan produk yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran.
“Gelar karya ini menjadi wadah inovasi dan kreativitas mahasiswa PPG IPI Garut, baik melalui media pembelajaran, metode berbasis teknologi, maupun pemanfaatan kebudayaan dari daerah masing-masing,” ungkapnya.
Proses pengembangan produk berlangsung selama satu semester dengan pendampingan berkala dari dosen dan guru pamong. Mahasiswa juga dituntut mampu mengatur waktu di tengah padatnya kegiatan PPG, termasuk seminar dan persiapan ujian kompetensi.
Untuk memberikan waktu pengembangan yang lebih panjang, persiapan gelar karya tahun ini telah dilakukan sejak semester pertama.
Permainan Edukatif hingga Platform Digital
Sejumlah karya yang dipamerkan memperlihatkan beragam pendekatan dalam menyampaikan materi kepada peserta didik.
Salah satunya adalah permainan ludo yang dikembangkan dengan muatan materi Pancasila dan kewarganegaraan. Melalui permainan tersebut, pembelajaran diharapkan menjadi lebih menarik sekaligus membantu siswa memahami materi dengan cara yang menyenangkan.
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia juga menghadirkan sistem informasi yang dirancang untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
Selain itu, berbagai karya mengangkat tema literasi, pembelajaran digital, keselamatan di lingkungan sekolah, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta pelestarian permainan tradisional dan kebudayaan Nusantara.
Menurut Irsyad, keberagaman produk tersebut menunjukkan bahwa persoalan pendidikan dapat dijawab melalui berbagai pendekatan, selama inovasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam gelar karya ini, panitia juga memberikan apresiasi melalui sejumlah kategori, meliputi karya terbaik, karya inovatif, karya berdampak, dan stan terbaik.
Inovasi Mahasiswa Akan Diupayakan Menjangkau Sekolah Lain
Tidak berhenti pada kegiatan pameran, PPG IPI Garut berharap hasil karya mahasiswa dapat diterapkan di sekolah-sekolah yang membutuhkan inovasi pembelajaran.
Irsyad menyampaikan bahwa pihaknya berencana mengomunikasikan hasil karya mahasiswa kepada Pemerintah Kabupaten Garut, termasuk Bupati Garut dan Kepala Dinas Pendidikan, agar produk yang dinilai sesuai dapat dimanfaatkan lebih luas.
“Kami akan mencoba menyampaikan inovasi-inovasi yang dihasilkan mahasiswa PPG kepada Bupati Garut dan Kepala Dinas Pendidikan agar bisa dimanfaatkan di beberapa sekolah lain, di luar sekolah mitra,” jelasnya.
Ia mengatakan, gagasan tersebut telah dibicarakan bersama pimpinan IPI Garut dan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Namun, pelaksanaannya masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah.
Irsyad berharap inovasi yang lahir dari program PPG tidak hanya menjadi dokumentasi kegiatan akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi guru dan peserta didik.
Melalui Gelar Karya 2.0, IPI Garut berupaya memperkuat peran calon guru sebagai pendidik yang mampu mengidentifikasi persoalan, menciptakan solusi kreatif, dan mengembangkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, melainkan juga oleh kemampuan guru memahami murid dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi kehidupan.

Artikel Lainnya

Gelar Karya 2.0 PPG IPI Garut, 68 Calon Guru Hadirkan Inovasi Pembelajaran,

GARUT – Sebanyak 68 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Institut

Sengketa Tanah Jalan Siliwangi No. 8 Garut, Kuasa Hukum Tempuh Upaya Hukum, PKBAN Siap Kawal Perjuangan Haji Entjeng

GARUT – Sengketa tanah yang berlokasi di Jalan Siliwangi Nomor

Dua Atlet SOIna Garut Raih Medali di Pesonas

GARUT — Kabar kebanggaan datang berturut-turut dari dunia olahraga Kabupaten

Oleh Soleh Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi, Soroti Profesionalisme Media dan Pertahanan Siber

GARUT — Anggota DPR RI Komisi I dari Fraksi Partai

PKB Garut Kukuhkan Pengurus 2026–2031, Targetkan 442 Ranting dan 12 Kursi pada Pemilu 2029

GARUT — Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Mantan Sekdispora Garut Gabung Partai Demokrat

GARUT — Mantan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten

No data was found