Untuk mengisi liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 manajemen Taman Satwa Cikembulan (TSC) tidak menyajikan hiburan seperti tahu-tahun sebelumnya tapi lebih menawarkan sajian edutainment dalam beruk pemberian makan (feeding) untuk satwa oleh para pengunjung. Feeding diberikan untuk singa, domba, kelinci dan satwa lainnya.
” kalau tahun-tahun sebelumnya kita mengadakan hiburan, tapi tahun ini mungkin kita lebih memberdayakan ke talenta kita yang ada, itu animal edutainment ya yang ada di kita. Jadi tidak terlalu khusus untuk hiburan.
Mudah-mudahan dengan edukasi ini juga lebih bermanfaat,” ujar Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, SE, Rabu (31/12/2025 ).
Rudy menyebutkan, menyatakan, terjadi penurunan jumlah pengunjung pada rentang waktu libur natal dan tahun baru kali ini, dibanding tahun tahun sebelumnya.
Menurutnya, penurunan jumlah pengunjung diperkirakan, selain terkait kondisi ekonomi masyarakat saat ini, kemungkinan juga karena kondisi cuaca yang tidak menentu akhir akhir ini.
Khusus untuk liburan akhir tahun kali ini, imbuh Rudi, pihaknya memberlakukan skema harga tiket masuk secara flat, tanpa ada perbedaan batas usia, anak anak maupun dewasa.
“Harga tiket, nah khusus harga tiket mungkin kita ada semacam strategi tersendiri. Kayak kemarin kita per tanggal 25 kita Rp. 25.000 jadi flat ya, harga anak, harga dewasa sama Rp25.000. Kemudian kita gebrakan lagi mulai hari Senin kemarin sampai liburan berakhir tanggal 4 kalau nggak salah ya itu Flat juga harganya kita turunkan jadi Rp. 30.000.
Kan biasanya dewasa Rp. 40.000, anak Rp30.000 kita flat aja gitu,” ungkapnya
Selain harga tiket flat Rp. 30 000 untuk anak dan dewasa, ada program feeding dengan harga tiket R. 30000 plus Rp.10000. Feeding itu jadi kalau
sengaja membeli tiket feeding di belakang, itu harganya satu tiket itu Rp10.000 untuk feeding kelinci, atau Rp10.000 untuk feeding rusa atau domba.
Adapun jumlah satwa sekarang, lanjut Rudy, setelah ada audit satwa stock of name dengan pemilahan satwa-satwa yang tidak dilindungi seperti ayam, burung
itu dikeluarkan jumlahnya jadi berkurang menjadi sekitar 364 dari 110 spesies dilindungi dan tidak dilindungi.
” Kalau penambahan satwa kita juga belum. Karena memang kita juga menyesuaikan dengan kandang yang ada di kita. Paling kemarin sih nambah satu ya, beruang madu, kebetulan betina gitu. Itu itipan dari BKSDA Bandung. Kebetulan kita punya jantan datang betina ya benar-benar berjodoh,” imbuhnya.
Sedangkan untuk satwa yang melahirkan ada daru jenis jenis rusa, yang memang rutinitas tiap tahunnya ada kelahiran.untuk buaya yang du tahun lalu menetas, kini sudah bertelur lagi hanya belum menetas.***










































