Gerbang Tani Garut Dan PP Ekologi menolak keras eksplorasi panas Bumi /Geothermal di Kertasari Cisurupan Garut, proyek explorasi geothermal di Cisurupan yang berada di sekitaran pegunungan papandayan ini proyek panas bumi yang banyak diklaim sebagai energi bersih dan terbarukan, alih-alih mengandung banyak manfaat tetapi akan muncul berbagai kerawanan lingkungan yang mengancam kehidupan masyarakat setempat.
“Proyek ini akan mengakibat rusaknya ekologi dan lingkungan yang perlu kita waspadai. Explorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Cisurupan memicu rasa was-was di kalangan warga setempat ,” ujar Tokoh masyarakat setempat, Ajengan Ayi kepada media.
Masyarakat menyaksikan bagaimana hutan yang selama ini jadi sumber penghidupan digunduli, seperti yang terjadi di pasirwangi dan Kamojang , di mana sekitar satu hektare lahan hutan telah hilang.
Kerusakan ini baru pangkalnya saja, dari pengeboran untuk beberapa lubang sumur yang juga disiapkan. Imbasnya tak semata-mata pada keanekaragaman hayati dan ekologi yang terancam, melainkan juga pada mata pencaharian masyarakat yang bersandar pada hasil hutan dan pertanian untuk bertahan hidup. Pengoperasian Geothermal memerlukan air dalam jumlah sangat besar untuk menghasilkan uap yang kemudian dikonversi menjadi listrik. “Geothermal uap dihasilkan dari panas bumi tapi untuk menghasilkan uap membutuhkan air. Padahal air itu didapatkan pohon dan hutan Itu yang kerap menimbulkan konflik dengan masyarakat, pengambilan air secara masif berpotensi menurunkan muka air tanah dan menghilangkan sumber mata air yang jadi tanggungan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian.
Aktivitas penambangan panas bumi juga berisiko mencemari sumber air bersih masyarakat. menemukan adanya potensi pencemaran air tanah dan kerusakan tanah imbas operasi PLTPB Selain itu, pembuangan air panas hasil proses pembangkitan listrik ke lingkungan sekitar bisa menyebabkan thermal pollution, yang berefek negatif pada ekosistem akuatik.
Salah satu konsekuensi yang paling mencemaskan dari proyek geothermal adalah potensi terjadinya gempa bumi minor. Laporan penelitian CELIOS dan WALHI mengungkapkan adanya risiko seismik atau kegempaan di sekitar lokasi PLTPb. Fenomena ini dikenal sebagai “gempa picuan” yang disebabkan aktivitas pengeboran dan injeksi fluida ke dalam reservoir panas bumi.
“Dampak dari exsplorasi PLTPB juga akan menggusur dan mencabut lahan Garapan petani serta mengancam lahan lahan produktif petani yang berdanpak pada pasokan pangan,” ujar ketua Gerbang Tani Garut Dadan Arif Rahman S.Ag.
Maka dengan ini PP Ekologi dan Gerbang Tani Garut menolak Keras Eksplorasi Panas Bumi di Cisurupan Kertasari Garut dan Bandung.***










































